Rabu, 06 Februari 2013

Perjuangan Bangsa Indonesia merebut Irian Barat

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MEREBUT IRIAN BARAT

Setelah proses pengakuan kedaulatan Indonesia masih mempunyai satu permasalahan dengan Belanda yaitu masalah Irian Barat. Gambar di atas pasukan Brimob yang diterjunkan di Fak-Fak, Irian Barat pada tanggal 15 Mei 1962 untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Langkah apa yang dilakukan pemerintah? Seringkali di masyarakat terjadi kasus persengketaan antarsaudara atau dengan tetangga disebabkan rebutan batas tanah. Persengkataan ini seringkali meretakkan hubungan bersaudara maupun bertetangga. Sebab dalam masalah hak tanah seringkali orang mempertahankan mati-matian, bahkan orang Jawa mengatakan ”Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”. Maksudnya, dalam mempertahankan hak tanah mereka memperjuangkan walaupun sampai titik darah penghabisan. Begitu juga bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan wilayah Irian Barat (sekarang Papua) ketika hendak diduduki Belanda setelah diakuinya kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Bangsa Indonesia harus berjuang dengan berbagai macam cara untuk merebut kembali Irian Barat. Bagaimana perjuangan bangsa untuk memperoleh haknya kembali atas Irian Barat akan kita pelajari dalam bab ini. Dengan mempelajari bab ini kita dapat meneladani para pejuang kita yang berjiwa ksatria dalam mempertahankan haknya sebagai bangsa yang utuh dari Sabang sampai Merauke.

A Latar Belakang Terjadinya Perjuangan Mengembalikan Irian Barat

Masih ingatkah kalian tentang Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diselenggarakan di Den Haag Belanda pada tanggal 23 Agustus sampai 2 September 1949? Salah satu keputusan dalam konferensi tersebut antara lain bahwa masalah Irian Barat akan dibicarakan antara Indonesia dengan Belanda satu tahun setelah Pengakuan Kedaulatan. Dari keputusan ini terjadi perbedaan penafsiran antara Indonesia dengan Belanda. Pihak Indonesia menafsirkan bahwa Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia. Tetapi pihak Belanda menafsirkan hanya akan merundingkan saja masalah Irian Barat. Dalam perjalanan waktu, Belanda tidak mau membicarakan masalah Irian Barat dengan Indonesia. Untuk menghadapi sikap Belanda tersebut maka Indonesia melakukan berbagai upaya sebagai berikut.

B Perjuangan Diplomasi: Pendekatan Diplomasi

Dalam menghadapi masalah Irian Barat tersebut Indonesia mula-mula melakukan upaya damai, yakni melalui diplomasi bilateral dalam lingkungan ikatan Uni Indonesia-Belanda. Akan tetapi usaha-usaha melalui meja perundingan secara bilateral ini selalu mengalami kegagalan. Setelah upaya-upaya tersebut tidak mambawa hasil maka sejak tahun 1953 perjuangan pembebasan Irian Barat mulai dilakukan di forum- forum internasional, terutama PBB dan forum-forum solidaritas Asia-Afrika seperti Konferensi Asia-Afrika.
Sejak tahun 1954 masalah Irian Barat ini selalu dibawa dalam acara Sidang Majelis Umum PBB, namun upaya ini pun tidak memperoleh tanggapan yang positif. Setelah upaya-upaya diplomasi tidak mencapai hasil maka pemerintah mengambil sikap yang lebih keras yakni membatalkan Uni Indonesia-Belanda dan diikuti pembatalan secara sepihak persetujuan KMB oleh Indonesia pada tahun 1956. Partai-partai politik dan semua golongan mendukung terhadap upaya pembebasan Irian Barat ini. Selain itu perjuangan merebut Irian Barat diresmikan pemerintah maka ditetapkanlah Soa-Siu di Tidore sebagai ibu kota provinsi Irian Barat dan Zainal Abidin Syah ditetapkan menjadi Gubernur pada tanggal 23 September 1956.


C Perjuangan dengan Konfrontasi Politik dan Ekonomi

Berbagai upaya yang dilakukan Indonesia tersebut sampai tahun 1957 ternyata belum membawa hasil sehingga Belanda tetap menduduki Irian Barat. Karena jalan damai yang ditempuh belum membawa hasil maka sejak itu perjuangan ditingkatkan dengan melakukan aksi-aksi pembebasan Irian Barat di seluruh tanah air Indonesia yang dimulai dengan pengambilalihan perusahaan milik Belanda. Perusahaan-perusahaan milik Belanda yang diambilalih oleh bangsa Indonesia pada bulan Desember 1957 tersebut antara lain Nederlandsche Handel Maatschappij N.V. (sekarang menjadi Bank Dagang Negara), bank Escompto di Jakarta serta Perusahaan Philips dan KLM.
Pada tanggal 17 Agustus 1960 Republik Indonesia secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Kerajaan Belanda. Melihat hubungan yang tegang antara Indonesia dengan Belanda ini maka dalam Sidang Umum PBB tahun 1961 kembali masalah ini diperdebatkan. Pada waktu terjadi ketegangan Indonesia dengan Belanda, Sekretaris Jenderal PBB U Thant menganjurkan kepada salah seorang diplomat Amerika Serikat Ellsworth Bunker untuk mengajukan usul penyelesaian masalah Irian Barat. Pada bulan Maret 1962 Ellsworth Bunker mengusulkan agar pihak Belanda menyerahkan kedaulatan Irian Barat kepada Republik Indonesia yang dilakukan melalui PBB dalam waktu dua tahun. Akhirnya Indonesia menyetujui usul Bunker tersebut dengan catatan agar waktu dua tahun itu diperpendek. Sebaliknya Pemerintah Kerajaan Belanda tidak mau melepaskan Irian bahkan membentuk negara “Boneka” Papua. Dengan sikap Belanda tersebut maka tindakan bangsa Indonesia dari politik konfrontasi ekonomi ditingkatkan menjadi konfrontasi segala bidang.


D Tri Komando Rakyat (Trikora)

Tindakan Belanda dengan mendirikan negara “Boneka” Papua itu merupakan sikap yang menantang kepada bangsa Indonesia untuk bertindak cepat. Oleh karena itu pemerintah segera mengambil tindakan guna membebaskan Irian Barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno dalam suatu rapat raksasa di Yogyakarta mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora) yang isinya sebagai berikut.
1) Gagalkan pembentukan “Negara Papua” bikinan Belanda kolonial.
2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia.
3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

Dengan dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makasar. Adapun tugas pokok dari Komando Mandala Pembebasan Irian Barat ini adalah pengembangan operasi-operasi militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan negara Republik Indonesia. Sebagai Panglima Komando Mandala adalah Mayor Jenderal Soeharto.
Sebelum Komando Mandala melakukan operasi sudah dilakukan penyusupan ke Irian Barat. Pada tanggal 15 Januari 1962 ketika waktu menunjukkan pukul 21.15 di angkasa terlihat dua buah pesawat terbang pada ketinggian 3000 kaki melintasi formasi patroli ALRI. Diperkirakan pesawat tersebut adalah milik Belanda jenis Neptune dan Firefly. Waktu itu terlihat juga dua buah kapal perusak yang sedang melepaskan tembakan ke arah kapal Motor Torpedo Boat (MTB) yang di situ turut pula para pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut yaitu Komodor Yos Sudarso. Dalam insiden di Laut Aru tersebut Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama (Komodor) Yos Sudarso, bersama Komandan KRI Macan Tutul, Kapten (Laut) Wiratno, dan beberapa prajurit TNI-AL gugur sebagai pahlawan. Sebelum gugur Komodor Yos Sudarso sempat mengucapkan pesan terakhir “ Kobarkan Semangat Pertempuran.” Adapun operasi-operasi yang direncanakan Komando Mandala di Irian Barat dibagi dalam tiga fase, yakni sebagai berikut.

(1) Fase Infiltrasi (sampai akhir 1962)
Memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaran- sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan-kesatuan ini harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat dalam perjuangan fisik untuk membebaskan wilayah tersebut.
(2) Fase Eksploitasi (mulai awal 1963)
Mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang penting.
(3) Fase Konsolidasi (awal 1964)
Menegakkan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat.
Selanjutnya antara bulan Maret sampai Agustus 1962 Komando Mandala melakukan operasi-operasi pendaratan baik melalui laut maupun udara. Beberapa operasi tersebut adalah Operasi Banteng di Fak-Fak dan Kaimana. Operasi Srigala di sekitar Sorong dan Teminabuan, Operasi Naga di Merauke, serta Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Selain itu juga direncanakan serangan terbuka merebut Irian Barat dengan Operasi Jayawijaya.


E Persetujuan New York

Pada awalnya Belanda tidak yakin pasukan Indonesia dapat masuk ke wilayah Irian. Akan tetapi operasi-operasi yang dilakukan Pasukan Komando Mandala ternyata berhasil terbukti dengan jatuhnya Teminabuan ke tangan pasukan Indonesia. Sementara itu Pemerintah Kerajaan Belanda sedikit banyak mendapat tekanan dari pihak Amerika Serikat untuk berunding karena untuk mencegah terseretnya Uni Soviet dan Ameriksa Serikat ke dalam konfrontasi. Dengan adanya rencana Bunker di atas maka sikap Indonesia adalah menerimanya. Hal ini ternyata menambah simpati dunia terhadap RI, sebaliknya Belanda bersikukuh mempertahankan Irian Barat. Oleh karena itu pada tanggal 14 Agustus 1962 RI melakukan operasi besar-besaran yang terkenal sebagai operasi Jayawijaya. Tanggal penyerbuan ini ditetapkan sebagai ”Hari H” atau “Hari Penyerbuan.”
Pada tanggal 15 Agustus 1962 ditandatangani suatu perjanjian antara Indonesia dengan Pemerintah Belanda di New York, bertempat di Markas Besar PBB. Perjanjian ini terkenal dengan Perjanjian New York. Adapun isi Perjanjian New York adalah sebagai berikut.
1. Pemerintah Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Penguasa Pelaksana Sementara PBB (UNTEA = United Nations Temporary Executive Authority) pada tanggal 1 Oktober 1962.
2. Pada tanggal 1 Oktober 1962 bendera PBB akan berkibar di Irian Barat berdampingan dengan bendera Belanda, yang selanjutnya akan diturunkan pada tanggal 31 Desember untuk digantikan oleh bendera Indonesia mendampingi bendera PBB.
3. Pemerintah UNTEA berakhir pada tanggal 1 Mei 1963, pemerintahan selanjutnya diserahkan kepada pihak Indonesia.
4. Pemulangan orang-orang sipil dan militer Belanda harus sudah selesai pada tanggal 1 Mei 1963.
5. Pada tahun 1969 rakyat Irian Barat diberi kesempatan untuk menyatakan pendapatnya tetap dalam wilayah RI atau memisahkan diri dari RI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

Selanjutnya untuk menjamin keamanan di Irian Barat maka dibentuk suatu pasukan keamanan PBB yang dinamakan United Nations Security Forces (UNSF) di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Said Uddin Khan dari Pakistan. Pekerjaan UNTEA di bawah pimpinan Jalal Abdoh dari Iran juga berjalan lancar sehingga tepat pada tanggal 1 Mei 1963 roda pemerintahan RI sudah berjalan. Sebagai Gubernur Irian Barat pertama maka diangkatlah E. J. Bonay, seorang putera asli Irian Barat. Di samping nama-nama Soeharto, Sudarso dan lain-lain yang berjasa dalam pembebasan Irian Barat juga tercatat dalam sejarah nama-nama seperti Kolonel Sudomo, Kolonel Udara Leo Watimena, dan Mayor L. B. Moerdani. Pantas pula untuk dikenang adalah, sukarelawati yang gigih berjuang dalam pembebasan Irian Barat yakni Herlina. Ia memenangkan hadiah Pending Emas karena ikut sertanya dalam pembebasan Irian Barat secara heroik. Pengalamannya dibukukan dalam karya tulis yang berjudul Pending Emas.

Dengan ditandatangani Perjanjian New York maka pada tanggal 1 Mei 1963 Irian Barat diserahkan kepada Indonesia. Hubungan diplomatik dengan Belanda pun segera dibuka kembali. Dengan kembalinya Irian Barat kepada Indonesia maka Komando Mandala dibubarkan dan sebagai operasi terakhir adalah Operasi Wisnumurti yang bertugas menjaga keamanan dalam penyerahan kekuasaan pemerintahan di Irian Barat dai UNTEA kepada Indonesia.


F Arti Penting Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Barat

Sebagai bagian dari Persetujuan New York bahwa Indonesia berkewajiban untuk mengadakan “Penentuan Pendapat Rakyat” (Ascertainment of the wishes of the people) di Irian Barat sebelum akhir tahun 1969 dengan ketentuan bahwa kedua belah pihak, Indonesia dan Belanda, akan menghormati keputusan hasil Penentuan Pendapat Rakyat Irian Barat tersebut. Pada tahun 1969 diselenggarakanlah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Barat dan hasilnya adalah bahwa rakyat Irian Barat tetap menghendaki sebagai bagian dari wilayah Republik Indonesia. Selanjutnya hasil dari Pepera tersebut dibawa ke New York oleh utusan Sekjen PBB Ortizs Sanz untuk dilaporkan dalam Sidang Umum PBB ke- 24 pada bulan November 1969. Penyelesaian sengketa masalah Irian Barat antara Indonesia dengan Belanda melalui Persetujan New York dan dilanjutkan dengan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) merupakan cara yang adil. Dalam persoalan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat = plebisit) menurut Persetujuan New York, pihak Belanda juga menunjukkan sikapnya yang baik. Kedua belah pihak menghormati hasil dari pendapat rakyat Irian Barat dalam menentukan pilihannya. Hasil dari Pepera yang memutuskan secara bulat bahwa Irian Barat tetap merupakan bagian dari Republik Indonesia. Hasil Pepera ini membuka jalan bagi persahabatan RI-Belanda. Lebih-lebih setelah tahun 1965, hubungan RI-Belanda sangat akrab dan banyak sekali bantuan dari Belanda kepada Indonesia baik melalui IGGI (Inter Governmental Group for Indonesia) atau di luarnya. Akhirnya Sidang Umum PBB tanggal 19 November 1969 menyetujui hasil- hasil Pepera tersebut sehingga Irian Barat tetap merupakan bagian dari wilayah Republik Indonesia.

Sumber : http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perjuangan_Bangsa_Indonesia_Merebut_Irian_Barat_9.1_%28BAB_12%29
Read more ...

Pengertian dan Macam macam Sudut Pandang



Apa yang anda lihat dan rasakan ketika menonton sepak bola? Sebagai penonton, perasaan anda jelas berbeda dengan apa yang dilihat dan dirasa oleh si pemain yang timnya menang atau malah si pemain yang timnya kalah. Akibat dari kejadian itupun akan berbeda bagi anda, si pemain yang menang, dan si pemain yang kalah. Oleh sebab itu sudut pandang adalah krusial dalam mempengaruhi penyajian cerita dan alurnya. Sudut pandang (point of view) sendiri memiliki pengertian sebagai cara penulis menempatkan dirinya di dalam cerita. Secara mudah, sudut pandang adalah teknik yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya. Berikut ini macam–macamnya:
1.    Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal.
Penulis sebagai pelaku sekaligus narator yang menggunakan kata ganti “aku’.
A.    “Aku” sebagai tokoh utama.
Penulis adalah “aku ”sebagai tokoh utama cerita dan mengisahkan dirinya sendiri, tindakan, dan kejadian disekitarnya. Pembaca akan menerima cerita sesuai dengan yang dilihat, didengar, dialami, dan dirasakan “aku” sebagai narator sekaligus pusat cerita.
Contoh:
Seorang lelaki tua memanggilku sepuluh menit lalu di ruang pribadinya di lantai paling atas pada gedung megah biru dunker, inti kampusku. Dia duduk pongah di kursi busa berukir khas jepara dibalik meja. Senyumnya mahal, semahal kursi itu. Kucoba duduk santai dihadapnya, sambil melirik buku yang tadi dibantingnya. Gagasan, itu tulisan di sudut kanan atas sampul depan. Mendesah sebelum kualirkan mata ke tanda pengenal meja disebelah buku itu, tulisan cerlang bereja Rektor pongah menatapku. Kulengoskan kepala keluar jendela, sementara mulutnya terus mengumpat. Soal buku itu, tentu juga soal aku. (Rektor Itu Ayahmu, Sayang? – Ardyan Amroellah)
Catatan:
  • Tokoh “aku” tak mungkin mengungkapkan perasaan atau pikiran tokoh lain kecuali dengan perkiraan.
  • Penulis harus memahami tokoh “aku” sesuai karakternya. Misalnya soal bahasa,  perlu dilihat apakah “aku” adalah orang tua atau anak muda. Itu akan mempengaruhi gaya bahasa yang diucapkan.
  • Mengenali dengan baik karakter “aku” adalah keharusan..
B.     “Aku” sebagai tokoh bukan utama.
Penulis adalah “aku ” dalam cerita tapi bukan tokoh utama. Keberadaan “aku” hanya sebagai saksi/kawan tokoh utama. “Aku” adalah narator yang menceritakan kisah yang dialami tokoh lain yang menjadi tokoh utama.
Contoh:
Aku sudah mengetahui wajahnya sejak lama, sejak sekitar dua tahun lalu. Seminggu sekali dia datang ke salon itu, selalu. Aku kerap tertawa saat ingat kali pertama aku melihatnya. Lusuh, kusam, dekil, sama sekali tak berwarna. Tapi aku tahu, dia bak mutiara jatuh dalam kotoran dan ketakberuntungan. Tinggal membasuhnya saja sebelum moncernya kembali. Dan rupanya dia tahu bagaimana cara memelihara diri. Terbukti, tak ada tanda kekusaman yang muncul. Aih, aku jadi iri. (Mimpimu Apa? – Ardyan Amroellah)
Catatan:
  • Teknik ini hampir mirip dengan Sudut Pandang Orang Ketiga. Hanya saja narator ikut terlibat sebagai tokoh.
  • “Aku” hanya mengomentari apa yang dilihat dan didengar saja. “Aku” bisa mengungkap apa yang dirasakan atau dipikirkan tokoh utama, tapi hanya berupa dugaan dan kemungkinan berdasar apa yang “aku” amati dari tokoh utama.
2.    Sudut Pandang Orang Pertama Jamak
Ini mirip dengan Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal, hanya saja menggunakan kata ganti “kami”. Narator menjadi seseorang dalam cerita yang bicara mewakili beberapa orang atau sekelompok orang.
Contoh:
Siang itu kami berkerumun di teras masjid, membahas isu hangat yang merebak di pondok. Secara beruntun, barang-barang kami hilang. Mi instan, uang, buku, hingga celana dalam. Hal terakhir itu sangat keterlaluan. Ajaibnya, kami berempat sama. Celana dalam kami habis. Percayalah, hanya sarung yang kami pakai saat ini. (Ronaldo Dari Brazil – Anin Mashud)
3.    Sudut Pandang Orang Kedua
Penulis adalah narator yang sedang berbicara kepada kata ganti “kamu” dan menggambarkan apa yang dilakukan “kamu” atau “kau” atau “anda”.
Contoh:
Ini hari pertamamu masuk kerja. Harus sempurna! Maka jadi sejak tiga sejam lalu, kau sibuk bolak-balik di depan cermin. Mengecek baju, rambut, sampai riasan di wajahmu. Lalu setelah kau memulaskan lipgloss sebagai sentuhan final yang kau rasa akan memesona teman-teman barumu di kantor nanti, kau mengambil parfum. Menyemprotkannya di belakang telinga, pergelangan tangan, selangkangan, dan ke udara. Sedetik berikutnya, kau melewati udara beraroma lili dan lavender itu, berharap supaya wanginya menempel di rambut dan blazer barumu. (Novel The Girls’ Guide to Hunting and Fishing – Melissa Bank)
Catatan;
  • Pembaca diperlakukan sebagai pelaku utama sehingga membuatnya menjadi merasa dekat dengan cerita karena seolah menjadi tokoh utama
  • Penulis harus konsisten tak menyebut “aku” untuk berbicara dengan tokoh utama.
4.    Sudut Pandang Orang Ketiga Tunggal.
Penulis ada di luar cerita tak terlibat dalam cerita. Penulis juga menampilkan para tokoh dengan menyebut namanya atau kata ganti “dia”.
A.    Sudut Pandang Orang Ketiga Mahatahu.
Penulis seperti Tuhan dalam karyanya, yang mengetahui segala hal tentang semua tokoh, peristiwa, tindakan, termasuk motif. Penulis juga bebas berpindah dari satu tokoh ke tokoh lain. Bahkan bebas mengungkapkan apa yang ada dipikiran serta perasaan para tokohnya.
Contoh:
“Ibrahim?!”
“Ya, Ibrahim. Seperti itulah tugasnya setelah dipanggil pulang…”
Jawaban itu tak memuaskan, Ranju masih dliputi ketakpercayaan saat si guide bertudung memintanya melanjutkan jalan. Secepat Ranju berkedip, secepat itu Ranju menjumpai pantai di matanya. Dan itu membuat Ranju mulai percaya ini tak dunia? Tidak, hatinya masih penuh logika. Meski Ranju ingat, dia tadi berjalan diatas air, dia tadi menghirup susu di parit kecil pinggir jalan, dia tadi menatap wanita–wanita elok yang menyapa genit. Ranju bermain–main di pikiran sampai–sampai si guide bertudun menyentak lengannya. Ranju terpaku diluar pagar sebuah rumah kecil serupa rumah keluarga Amerika kelas menengah. (Lelaki Di Tengah Lapangan – Ardyan Amroellah)
B.    Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas.
Penulis melukiskan segala apa yang dialami tokoh hanya terbatas pada satu orang atau dalam jumlah yang sangat terbatas. Penulis tak leluasa berpindah dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Melainkan terikat hanya pada satu atau dua tokoh saja.
Contoh:
Selalu ada cita di dalam benaknya, untuk mabuk dan menyeret kaki di tengah malam, menyusuri Jalan Braga menuju penginapan. Dia akan menikmati bagaimana lampu-lampu jalan berpendar seperti kunang yang bimbang; garis-garis bangunan pertokoan yang berderet tak putus acap kali menghilang dari pandangan; dan trotoar pun terasa bergelombang seperti sisa ombak yang menepi ke pantai. (Lagu Malam Braga – Kurnia  Effendi)
C.    Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif
Narator melukiskan semua tindakan tokoh dalam cerita namun tak  mengungkapkan apa yang dipikirkan serta dirasakan oleh tokoh cerita. Penulis hanya boleh menduga apa yang dipikirkan, atau dirasakan oleh tokoh ceritanya.
Contoh:
Si lelaki tua bangkit dari kursinya, perlahan mengeluarkan pundi kulit dari kantung, membayar minuman dan meninggalkan persenan setengah peseta. Si pelayan mengikutinya dengan mata ketika si lelaki tua keluar. Seorang lelaki yang sangat tua yang berjalan terhuyung tetapi tetap dengan penuh harga diri.
“Kenapa tak kau biarkan saja dia minum sampai puas?” tanya si pelayan lain. Mereka berdua menurunkan semua tirai. “Belum jam setengah dua.” lanjutnya.
“Aku ingin cepat pulang dan tidur.” (Tempat yang Bersih Terang – Ernst  Hemingway)
5.    Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak
Penulis menuturkan cerita berdasarkan persepsi atau kacamata kolektif. Penulis akan menyebut para tokohnya dengan menggunakan kata ganti orang ketiga jamak; “mereka”.
Contoh:
Pada suatu hari, ketika mereka berjalan-jalan dengan Don Vigiliani dan  beberapa anak lelaki dari kelompok pemuda. Dalam perjalanan pulang, mereka melihat ibu mereka di sebuah kafe di pinggir kota. Dia sedang duduk di dalam kafe itu; mereka melihatnya melalui sebuah jendela dan seorang pria duduk bersamanya. Ibu mereka meletakkan syal tartarnya di atas meja. (Ibu – Natalia Ginzburg)
6.    Sudut Pandang Campuran
Penulis menempatkan dirinya bergantian dari satu tokoh ke tokoh lainnya dengan sudut pandang yang berbeda-beda. “aku”, “kamu”, “kami”, “mereka”, dan atau “dia”.
Catatan:
  • Biasanya teknik ini dipakai dalam cerita yang membutuhkan halaman banyak.
  • Perlu ketelitian dalam setiap fragmen saat penulis mengubah sudut pandang.
SUDUT PANDANG ORANG KEDUA: PENJELASAN KHUSUS
Dibandingkan unsur–unsur pembentuk cerita lainnya, penulis–penulis Indonesia cenderung lambat dalam mengeksperimen dan membarui penggunaan sudut pandang dalam penerapannya pada karya. Selama ini secara umum kita hanya mengenal dua macam sudut pandang, yaitu Sudut Pandang Orang Pertama dan Sudut Pandang Orang Ketiga. Sama sekali tak ada teori dan penggunaan Sudut Pandang Orang Kedua. Mengapa seperti itu? Jawaban semua penulis rata–rata sama. Sulit.
Sebagai gambaran singkat. Misalnya seseorang yang bernama Andi, bercerita kepada temannya, Budi. Ada dua kemungkinan: Andi menceritakan dirinya dengan berkata, “Pagi ini aku berangkat pagi.” Dalam hal ini, Andi menggunakan sudut pandang orang pertama (aku). Kemungkinan kedua, Andi menceritakan orang lain. Misalnya dengan, “Tadi siang dia makan siang.” Di sini, Andi menggunakan sudut pandang orang ketiga (dia).

Read more ...
Selasa, 05 Februari 2013

Pengertian dan Macam-macam Majas

MAJAS disebut juga bahasa kias atau gaya bahasa. Yaitu penyimpangan dari pemakaian bahasa yang biasa, yang makna katanya atau rangkaian katanya digunakan untuk menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu
 



Jenis-jenis MAJAS :

1. MAJAS PERTENTANGAN
Adalah majas yang mengandung unsur pertentangan antara sesuatu yang akan dinyatakan dengan situasi yang sesungguhnya.

Macamnya :
a. Hiperbola :
Yaitu majas yang mengandung pernyataan yang berlebihan atau membesar-besarkan suatu peristiwa.
Contoh :
- Tubuh wanita itu kurus kering sepeninggal suaminya
- Ia terkejut setengah mati mendengar gunung berapi di desanya meletus
- Darah korban itu membanjiri tanah
- Badai di desa meratakan rumah warga

b. Litotes
Majas yang digunakan untuk memperhalus atau untuk merendahkan diri untuk menghindari kesan sombong.
Atau juga mengecilkan suatu peristiwa dari kenyataan yang sebenarnya.
Contoh :
- Silakan datang ke gubug kami
- Hanya makanan seadanya saja yang dapat kami sajikan

c. Ironi
Adalah majas yang menggunakan kata yang bertentangan dengan peristiwa sesungguhnya dengan maksud menyindir secara halus
contoh :
- Pagi benar
engkau bangun Nak. Baru pukul 11 kok.
- Rajin sekali kau Nak. Di rumah cuma makan dan tidur

d. Oksimoron
adalah majas yang menyatakan sesuatu melalui dua pernyataan yang bertentangan
Contoh :
- Yang tetap dalam hidup ini adalah perubahan
- Olahraga balap sangat menarik meskipun membahayakan

e. Paradoks
Gaya bahasa yang menggunakan hal-hal yang bertentangan dengan pendapat umum. Tapi bisa saja
benar atau mengandung kebenaran
Contoh :
- Banyak anak banyak rejeki
- Hatinya terasa sepi, tinggal di kota yang ramai ini

f. Antitesis
Gaya bahasa yang menggunakan paduan kata-kata berantonim. Antitesis bersifat mempertentangkan
bukan memperbandingkan
Contoh :
-Tua maupun muda para warga wajib ikut kerjabakti

g. Kontradiksi
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang menentang pernyataan
Contoh : Tak seorangun datang kecuali kau
Aku tak mempunyai harta apapun selain rumah ini

2. MAJAS PERBANDINGAN
Merupakan majas yang membandingkan antara sesuatu yang akan dinyatakan dengan sesuatu yang lain
a. Personifikasi
Majas yang membandingkan benda-benda mati dengan manusia. Benda mati dibuat seolah memiliki sifat seperti manusia
Contoh.
- Bintang-bintang menari-nari di langit malam
- Padi melambai-lambai ditiup angin

b. Metafora
majas yang menyatakan sesuatu sebagai hal yang sebanding dengan hal lain yang sesungguhnya tidak sama.
Metafora diungkapkan secara singkat dan padat tanpa menggunakan kata pembanding
Contoh :
Rumahnya habis dilalap si jago merah

c . Perumpamaan
adalah majas yang memperbandingkan dua hal yang pada hakekatnya berbeda tetapi dianggap sama. Menggunakan kata pembanding : seperti, bagaikan, laksana
Contoh :
Kakak adik itu tak pernah rukun bagai anjing dan kuing
- Setelah ayahnya meninggal ia seperti anak ayam kehilangan induknya.

c. Alegori
majas yang bertautan satu dengan lainnya dalam kesatuan utuh. Alegori merupakan bentuk metafora yang
diperpanjang
Contoh :
Hati-hatilah kamu dalam mendayung bahtera rumah tangga, mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan gelombang

3. MAJAS PERTAUTAN
Merupakan majas yang menautkan atau menghubungkan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain.

a. Metonimia :
memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang atau hal lain sebagai
penggantinya.
- Kemarin dia membeli Kartini di toko buku itu
(Kartini mrupakan nama majalah)
- Ia naik Garuda ke Jakarta
(Garuda merupakan nama pesawat)

b. Sinekdok
Majas yang menggunakan pengertian yang satu untuk pengertian yang lain. Sinekdok dibedakan menjadi
- pars pro toto : penyebutan sebagian untuk menyatakan keseluruhan
- totem pro parte : penyebutan seluruhnya untuk menyatakan sebagian
Contoh :
- Puluhan ekor ayam mati karena flu burung - pars pro toto
- Indonesia berhasil merebut juara 1 Olimpiade Fisika - totem pro parte
- Dengan pekik Allahu Akbar, Belanda dibuat kocar-kacir

c. Eufimisme :
Eufimisme agar suatu pernyatan menjadi halus. Merupakan pemakaian ungkapan yang untuk menghindari pemakaian bentuk larangan atau bentuk yang ditabukan dalam berbahasa
Contoh :
- Ali adalah anak orang yang tidak mampu
- Gadis itu masuk lembaga pemasyarakatan karena kasus narkoba

d. Alusio
majas yang merujuk pada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama
Contoh :
- Sekarang banyak Edi Tansil bermunculan
- Kekejaman G 30S PKI jangan sampai terulang

e. Elipsis
majas yang menghilangkan salah satu unsur penti g dalam kalimar lengkap

Contoh :
- Sedang belajar (Penghilangan unsur subyek : Dia, saya, mereka )
- Doni dan Tata ke Singapura (penghilangan unsur predikat : pergi )

f. Inversi
majas yang didalamnya terdapat pengubahan susunan kalimat
Contoh :
Malam ini sepi ---- sepi malam ini

Rumahnya jauh --- jauh rumahnya

4. MAJAS PERULANGAN

a. Aliterasi
majas yang permulaanya mempunyai bunyi yang sama
Contoh :
- lelaki tu a , putr a Madur a
- dara damba daku, datang dari danau

b. Repetisi
majas yang mengulang kata-kata sebagai penegasan yang dalam kalimat yang sama
Contoh :
Terima kasih pujaanku, terima kasih pahlawanku, terima kasih bunga bangsaku

c. Paralelisme :
Merupakan majas yang mengulang kata-kata yang ditulis dalam baris berbeda
Contoh :
- Tiang tanpa akhir tanpa apa fdi atasnya
- Tiang tanpa topang apa diatasku
- tiang tanpa akhir tanpa dukaku
-Tiang tanpa siang tanpa malam tanpa waktu

d. Kiasmus
majas yang berisi pengulangan dan merupakan inversi
Contoh :
- Banyak orang pintar yang mengaku dirinya bodoh dan orang bodoh yang mengaku dirinya pintar

e. Antanaklasis
majas yang mengandung ulangan kata yang sama tapi makna berbeda
Contoh : kaki kanan laki-laki itu terluka karena dihajar oleh kaki tangan musuhnya.

-------------------
Read more ...

Tes IQ anda

INSTRUKSI UNTUK TES IQ SINGKAT (Quick IQ Test):

 

Tes IQ ini akan mengetahui tingkat kecerdasan anda dengan pertanyaan-pertanyaan bagus dalam waktu yang singkat.

  • Tes IQ ini terdiri dari 15 pertanyaan dengan gambar-gambar.
  • Pertanyaan-pertanyaan akan dinilai berdasarkan tingkat kesulitannya.
  • Jawaban yang salah tidak akan mengurangi nilai anda yang ada.
  • Di akhir tes, anda akan mendapatkan jawaban yang benar.

Kami memiliki lebih dari 25.000 pengunjung tiap minggu dari seluruh dunia.

MULAI

 

Sumber : http://www.quickiqtest.net/indonesian/

Read more ...

Pengertian dan Contoh Descriptive Text


Pengertian Descriptive Text
 

Dalam artian luas, Description, seperti dijelaskan oleh Kane (2000: 352), diartikan seperti pada kalimat di bawah ini :

Description is about sensory experience—how something looks, sounds, tastes. Mostly it is about visual experience, but description also deals with other kinds of perception.
Jadi, jika disimpulkan dari penjelasan Kane di atas, tulisan deskriptif bermakna teks yang menjelaskan tentang pengalaman yang berhubungan dengan pancaindera, seperti apa bentuknya, suaranya, rasanya. Kebanyakan teks deskriptif memang tentang pengalaman visual, tapi nyatanya pengalaman selain dari indera penglihatanpun bisa digunakan dalam descriptive text.
Namun secara khusus, descriptive text adalah, "...... is a text which says what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place, or thing." [teks yang menjelaskan gambaran seseorang atau benda. Tujuannya adalah mengambarkan atau mengungkapkan orang, tempat atau benda tertentu]

Jadi, bisa dikatakan bahwa descriptive text ini adalah teks yang menjelaskan tentang seperti apakah orang atau suatu benda dideskripsikan, baik bentuknya, sifat-sifatnya, jumlahnya dan lain-lain. Tujuan (purpose) dari descriptive text pun jelas, yaitu untuk menjelaskan, MENGGAMBARKAN atau mengungkapkan seseorang atau suatu benda.

Generic Structure dalam Descriptive Text

Ketika menulis descriptive text, ada beberapa susunan umum / generic structure (sebenarnya tidak wajib) agar tulisan kita dianggap benar. Susunan tersebut adalah :
  1. Identification : berisi tentang identifikasi hal / seorang yang akan dideskripsikan.
  2. Description : berisi tentang penjelasan / penggambaran tentang hal / seseorang dengan menyebutkan beberapa sifatnya.
Ketika kita menulis descriptive text, hal yang wajib kita ketahui adalah cara kita menyampaikan deskripsi tulisan kita tersebut. Oleh karena itu pemahaman tentang adjective (kata sifat bahasa Inggris) wajib kita kuasai.
Selain adjective, beberapa struktur bahasa Inggris yang berfungsi sebagai adjective pun harus kita pahami agar penulisan descriptive text kita terlihat tidak kaku.

Contoh Descriptive Text
Banyak sekali contoh descriptive text yang tersebar di dunia maya. Cara mudah mendapatkan contoh descriptive text dalam sebuah situs yaitu dengan melihat about us sebuah situs. Mengapa demikian, karena suatu situs biasanya terdapat penjelasan atau gambaran tentang keberadaan mereka dalam dunia maya.
Oke, mari kita lihat contoh descriptive text yang belum pernah anda baca (mungkin) :
Contoh Descriptive Text tenang Ibu

My mother is a beautiful person. She is not tall but not short, and she has curly hair and brown. Her eyes color are like honey and her color skin color light brown, and she has a beautiful smile. Her weight likes 120 lbs.


She is a very kind person. She is very lovely, friendly, patient, and she loves to help people. I love my mom, because she is a good example to me. She loves being in the Church, and she loves sing and dance too.

She is a very good child, wife and mother. She always takes care of her family. She likes her house to be clean and organized. She a very organized person, and all things in the house are in the right place. She doesn't like messes.

She always has a smile on her face. She is so sweet and lovely. I like when I am going to sleep or went I wake up or when I am going to go to some places, she always give me a kiss, and when the family have a problem she always be with us to helps us and to give us all her love.



descriptive text, contoh descriptive text, generic structure descriptive text, descriptive text examples, descriptive text english, example descriptive text
Bagaimana membuat Descriptive Text Keindahan Shangri-La? Indahnya....
Contoh Descriptive Text tentang Yuta, Teman Kelas

Yuta is one of the 150 International students at the ELC of Brigham Young University. He is from Japan. He grew up in Japan, and he is 19 years old. There are six people in his family, a father, a mother, three sisters and himself. He is the youngest in his family. He is also the only boy in his family, but now he is in Provo, Utah, studying English. Yuta likes the United States very much and he thinks everything is cheap. Yuta thinks his English classes are excellent and the teachers are professionals. Yuta thinks someone in his class is noisy so he doesn't like that. In his free time he spends too much time sleeping, so it seems that he has a sleeping sickness.

Contoh Descriptive Text tentang Provo

I have been in Provo for almost eleven months. I have seen winter, spring, summer, and fall. Provo's winter is so beautiful. The mountains are covered with a lot of snow. They look like many beautiful brides wearing wedding dresses, and veils. In spring, Provo doesn't have many trees; when the snow melts the mountains are bald as strong bald men. Summer in Provo is very hot in the daytime. Last summer when I was walking under the sky, it was like walking in an oven; the sun was like a fire that burned my skin. In spring and summer the weather was always clear. I never used my umbrella. Provo was like a huge clothes dryer; it is very dry in spring and summer. In the fall the weather in Provo is very strange. One late September morning when I woke up, the mountaintops was covered with snow. Provo is a lovely and strange place. I love it very much.

Contoh Descriptive Text tentang Gitar
written by Jeremy Burden 


My most valuable possession is an old, slightly warped blond guitar--the first instrument I taught myself how to play. 

It's nothing fancy, just a Madeira folk guitar, all scuffed and scratched and finger-printed. At the top is a bramble of copper-wound strings, each one hooked through the eye of a silver tuning key. The strings are stretched down a long, slim neck, its frets tarnished, the wood worn by years of fingers pressing chords and picking notes. The body of the Madeira is shaped like an enormous yellow pear, one that was slightly damaged in shipping. The blond wood has been chipped and gouged to gray, particularly where the pick guard fell off years ago. 

No, it's not a beautiful instrument, but it still lets me make music, and for that I will always treasure it.
 
Read more ...

Pengertian,Ciri, dan Contoh Report Text

Pengertian, Ciri dan Contoh Report Text Bahasa Inggris




Report Text merupakan salah satu text bahasa inggris yang sering kita pelajari disekolah. Tahukah kamu apa itu report text? bagaimana generic structure report text? apa tujuan dan ciri report text serta contoh report text? Nah, itulah yang akan kita bahas bersama kali ini. Siap guys? Semangat!!

Report text adalah sebuah teks yang memberikan informasi tentang suatu peristiwa atau situasi, setelah diadakannya investigasi dan melalui berbagai pertimbangan atau dengan kata lain berisi fakta. Nah, berisi fakta inilah yang membedakan report text dengan descriptive text.

Generic Structure Report Text

Sama halnya dengan text bahasa inggris yang lainnya, report text tentunya juga memiliki generic structur. Yups, generic structur report text ada dua, yaitu :
  1. General Clasification : Pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya.
  2. Description : tells what the phenomenon under discussion ; in terms of parts, qualities, habits or behaviors; Maksudnya pada bagian ini report text memberikan gambaran fenomena-fenomena yang terjadi; baik bagian-bagiannya, sifat-sifatnya, kebiasaannya, ataupun tingkah lakunya. Intinya adalah penjabaran dari klasifikasi yang disajikan dengan ilmiah.

Tujuan dan Ciri Report Text

Tentunya dalam penulisan report text ada tujuan tersendiri. Nah, tujuan report text tersebut adalah untuk menyampaikan informasi hasil pengamatan dan analisa yang sistematis. Informasi yang dijelaskan dalam report text biasanya bersifat umum, baik itu alamiah ataupun buata seperti binatang mamalia, planet, bebatuan, tumbuh-tumbuhan, negara bagian, budaya, transportasi, dan lain sebagainya.
Its social purpose is presenting information about something. They generally describe an entire class of things, whether natural or made: mammals, the planets, rocks, plants, countries of region, culture, transportation, and so on.
Sedangkan Ciri-ciri report text adalah sebagai berikut
  • Menggunakan general nouns, seperti ‘Reptiles in Comodo Insland’, dsb.
  • Menggunakan relating verbs untuk menjelaskan ciri, misalnya reptiles are scaly animals (ciri ini berlaku untuk semua reptilia), dsb.
  • Menggunakan action verbs dalam mejelaskan perilaku, misalnya lizards cannot fly, dsb.
  • Menggunakan present tense untuk menyatakan suatu yang umum, misalnya Komodo dragons usually weight more than 160 kg, dsb.
  • Mengguanakan istilah teknis/ ilmiah, misalnya water contains oxygen and hydrogen, dsb.

Contoh Report Text

Nah, penjelasan mengenai report text sudah kita ketahui. Tentunya kurang pas kalau belum lihat contoh dari report text itu sediri. Agar membantu kalian lebih memahami report text, kami sudah menyediakan 4 contoh report text yang bisa kamu lihat dibawah ini.

Cotoh Report Text : Birds

Birds are interesting flying animals. They are vertebrates and warm blooded animals. They belong to aves class and they can be found all over the world.

Birds breath with their air pocket. Beside as respiration organ, air pocket also can enlarge or reduce their weight when flying or swimming.

There are many kinds of birds. Earth bird has special characteristic. They have different morphology according to their food and their habitat. Some of them eat seeds, pollen, fish or meat. There are some species that live in land and the others live in water. Land birds live on their nest.

Female birds have specific tasks. they lay eggs and feed their baby, Beside that they look for foods for their baby.

Contoh Report Text : Kinds of Earthquake

Earthquake often happens around us. It brings great damages. Earthquake is hard to be predicted and that makes lot victims.

Actually there are three kinds of earthquake. This kinds of earthquake are commonly base on the factor and geological area where the earthquakes happen. These three kinds of earthquake are tectonic, volcanic and explosion.

Tectonic earthquakes is most common one. This kind of earthquake happens while earth's crust rocks break because of the geological strength created by moving of the earth's plates.

Volcanic earthquakes happen exactly with volcanic activity. Volcanic earthquakes are when the volcano produces acidic lava, which drys quickly, when it drys quickly it blocks the top of the volcano. This make no more magma can escape. Pressure starts to build up and eventually the acidic lava can no longer stand the pressure. So the volcano is free to explode, the pressure is released so fast that an earthquake is caused. A volcanic earthquake is usually kept within 10-20 miles of the volcano.

Explosion earthquakes are the result of the collapse earthquakes that are small earthquakes occurring in underground mines and caverns.

Contoh Report Text : Football Play

Football is a game played by two teams of eleven. They try to score by kicking or heading the ball into the other team’s goal. Ten of the players can not use their hands. The goal keeper can handle the ball to stop it going into the goal.

Games similar to football have been played for many centuries. The rules of the games were written down in 1863. In England, the FA ( Football Association ) cup was first played for in 1872. In the same year, England played Scotland in the first game.

Today the most important International Competition is the World Cup which takes place in every four years. Brazil and Italy have each won the world cup three times.

Contoh Report Text : Mangrove Tree

A mangrove is a tropical marine tree. Mangroves have special aerial roots and salt-filtering tap roots which enable them to thrive in brackish water. Brackish water is salty but not as salty as sea water. Mangrove trees are commonly planted and found in coastal areas. Mangroves can serve as walls of protection for natural disaster in coastal area like tsunami. According to BBC News, healthy mangrove forests had helped save lives in the Asia disaster tsunami and people tended to respect these natural barriers even more, especially after the tsunami.

There are several species of mangrove tree found all over the world. Some prefer more salinity, while others like to be very-close to a large fresh water source such as river. Some prefer areas that are sheltered from waves. Some species have their roots covered with sea water every day during high tide. Other species grow on dry land but are still part of the ecosystem. The Times of India reported that rare species of mangrove had been found and was also known as the looking-glass tree, probably because the leaves are silver-coated.

Mangroves need to keep their trunk and leave above the surface of the water. Yet they also need to be firmly attached to the ground so they are not moved by waves.
Any part of root that appears above the water flows oxygen to the plant under water surface. as the soil begin to build up, these roots procedure additional roots that become embedded in the soil.

Sumber : http://www.disukai.com/2013/01/pengertian-ciri-dan-contoh-report-text.html
Read more ...

Pengertian dan Contoh Narrative Text

Pengertian Narrative Text


Disebutkan bahwa A narrative text is an imaginative story to entertain people (teks narasi adalah cerita imaginatif yang bertujuan menghibur orang). 
Jika melihat pada kamus bahasa Inggris, secara harfiah narrative bermakna (1) a spoken or written account of connected events; a story. (2) the narrated part of a literary work, as distinct from dialogue. (3) the practice or art of narration. 

narrative text, contoh narrative text
Cerita Narrative Text
(Narrative bermakna : 1. sebuah cerita baik terucap atau tertulis tentang peristiwa-peristiwa yang berhubungan. 2. bagian yang diceritakan dalam sebuah karya sastra, berbeda dengan dialog. 3. Praktik atau seni bercerita)


Jika disimpulkan, maka sebuah narrative text adalah teks yang berisi sebuah cerita baik tertulis ataupun tidak tertulis dan terdapat rangkaian peristiwa yang saling terhubung.

Generic Structure dari Narrative Text


Bagi sobat yang masih duduk di bangku sekolah tingkat menengah, penjelasan mengenai narrative texts tak usah sulit-sulit ya.. Intinya, narrative text ini mempunyai struktur / susunan seperti di bawah ini : 

  • Orientation : It is about the opening paragraph where the characters of the story are introduced.(berisi pengenalan tokoh, tempat dan waktu terjadinya cerita (siapa atau apa, kapan dan dimana) 

  • Complication : Where the problems in the story developed. (Permasalahan muncul / mulai terjadi dan berkembang)

  • Resolution : Where the problems in the story is solved. Masalah selesai, --- secara baik "happy ending" ataupun buruk "bad ending".

Kadangkala susunan (generic structure) narrative text bisa berisi: Orientation, Complication, Evaluation, Resolution dan Reorientation. Meski “Evaluation” dan “Reorientation” merupakan optional; bisa ditambahkan dan bisa tidak. Evaluation berisi penilaian/evaluasi terhadap jalannya cerita atau konflik. Sedangkan Reorientation berisi penyimpulan isi akhir cerita.

Jika sudah mahir membuat cerita narrative, susunannya bisa diubah-ubah kok, yang terpenting bagian-bagian di atas masih tetap ada dalam tulisan narrative sobat. 

Grammar Used dalam Narrative Text


Grammar (tata bahasa) yang sering muncul dalam membuat narrative text adalah:

Menggunakan tenses "Past", baik simple, past perfect, past continuous, past perfect continuous, atau bisa saja past future continuous. (aturan ini bukan aturan wajib yang mutlak harus dipenuhi kok. Tidak percaya, tanyakan pada guru bahasa Inggris sobat)

Untuk lebih jelasnya, lihat contohnya di bawah ini :

Contoh Narrative Text (1)


Sincere Will Get a Great Return
Once upon a time, there was a kingdom named Auretto, all people lived peacefully there. One of them was Charlita, the king’s daughter who was assumed as the most beautiful and kindest Princess of Auretto.
One day, Charlita looked blue. Because of that her father got confused. “What’s the matter my beautiful daughter? Why are you so sad?” asked King Fernando. Charlita was just silent. She did not say anything.
Then, King Fernando decided to make a competition to cheer Charlita again. After that, the palace representative announce: “I will make a competition. The aim is to make my daughter, Princess Charlita to be happy and laugh again. Everyone who can do it, will get a prize. It will be held tomorrow when the sun rises. Sign: King Fernando.”
The following morning, everybody came to the palace, tried to give their best performance. They seemed happy and laugh, but not for Princess Charlita. She was just silent and still looked sad.
King Fernando started to give up. No one amused his daughter. Then, there came a young handsome man. “Excuse me King Fernando. I would like to join your competition. But, would you mind if I took Princess Charlita for a walk?” said the young man gently. “As long as you make my daughter be happy again, it will totally alright.” said King Fernando. The young handsome man took Princess Charlita for a walk in a beautiful blue lake with a green forest around it. Princess Charlita smiled and looked happy after that. Every body looked happy, too. “I know why are you so my beautiful daughter. Now, I promise I will environment green. I regret for always destroying it. Finally, the environment around the kingdom became so beautiful and green, full of plants. Then, the young handsome man got a prize from the king. “I will marry you off my daughter.” said him. “That is the prize I promise for you. Thanks for keeping our environment well. Thanks for making my daughter happy again.”

Contoh Narrative Text (2)

The Legend of Rawa Pening
Once upon a time, there was a little poor boy came into a little village. He was very hungry and weak. He knocked at every door and asked for some food, but nobody cared about him. Nobody wanted to help the little boy.
Finally, a generous woman helped him. She gave him shelter and a meal. When the boy wanted to leave, this old woman gave him a “lesung”, a big wooden mortar for pounding rice. She reminded him, “please remember, if there is a flood you must save yourself. Use this “lesung” as a boat”. The “lesung” was happy and thanked the old woman.The little boy continued his journey. While he was passing through the village, he saw many people gathering on the field. The boy came closer and saw a stick stuck in the ground. People challenged each other to pull out that stick. Everybody tried, but nobody succeeded. “Can I try?” asked the little boy. The crowd laughed mockingly. The boy wanted to try his luck so he stepped forward and pulled out the stick. He could do it very easily. Everybody was dumbfounded.
Suddenly, from the hole left by stick, water spouted out. It did not stop until it flooded the village. And no one was saved from the water except the little boy and the generous old woman who gave him shelter and meal. As she told him, he used the “lesung” as a boat and picked up the old woman. The whole village became a huge lake. It is now known as Rawa Pening Lake in Salatiga, Central Java, Indonesia.

Penjelasan Narrative Text (untuk tingkat Mahir)

 
Untuk mengetahui definisi dan penjelasan tentang narration (narrative text) sobat mahasiswa dan mahasiswi bisa membaca buku buku tentang writing di perpustakaan terdekat dan terlengkap, dan disini saya hanya akan mengutipkan pendapat Thomas S. Kane (2000: 363-364) di bawah ini:

A narrative is a meaningful sequence of events told in words. It is sequential in that the events are ordered, not merely random. Sequence always involves an arrangement in time (and usually other arrangements as well). A straightforward movement from the first event to the last constitutes the simplest chronology. However, chronology is sometimes complicated by presenting the events in another order: for example, a story may open with the final episode and then flash back to all that preceded it.

A narrative has meaning in that it conveys an evaluation of some kind. The writer reacts to the story he or she tells, and states or implies that reaction. This is the "meaning," sometimes called the "theme," of a story. Meaning must always be rendered. The writer has to do more than tell us the truth he sees in the story; he must manifest that truth in the characters and the action.

Characters and action are the essential elements of any story. Also important, but not as essential, is the setting, the place where the action occurs. Characters are usually people—sometimes actual people, as in history books or newspaper stories, sometimes imaginary ones, as in novels. Occasionally characters are animals (as in an Aesop fable), and sometimes a dominant feature of the environment functions almost like a character (the sea, an old house).

The action is what the characters say and do and anything that happens to them, even if it arises from a nonhuman source—a storm, for instance, or a fire. Action is often presented in the form of a plot. Action is, so to speak, the raw material; plot, the finished product, the fitting together of the bits and pieces of action into a coherent pattern. Usually, though not invariably, plot takes the form of a cause-and effect chain: event A produces event B; B leads to C; C to D; and so on until the final episode, X. In a well-constructed plot of this kind we can work back from X to A and see the connections that made the end of the story likely and perhaps inevitable.

Stories can be very long and complicated, with many characters, elaborate plots, and subtle interpenetration of character, action, and setting. In writing that is primarily expository, however, narratives are shorter and simpler. Most often they are factual rather than imaginary, as when an historian describes an event. And often in exposition an illustration may involve a simple narrative. Being able to tell a story, then, while not the primary concern of the expository writer, is a skill which he or she will now and again be called upon to use.

Sumber : http://www.englishindo.com/2012/01/narrative-text-penjelasan-contoh.html
Read more ...